Ponorogo adalah sebuah kabupaten yang terletak di sebelah timur propinsi Jawa Timur. Kota kecil seluas 1.371,78 km persegi ini berbatasan dengan Kabupaten Madiun di sebelah utara, Kabupaten Pacitan di sebelah selatan, Kabupaten Trenggalek di sebelah timur dan di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah. Hanya sebuah kota kecil tapi namanya sudah dikenal di seantero jagad. Kesenian REYOG nya yang memukau dan tidak ada duanya itu yang membuat Kota Ponorogo terkenal di dunia. Bukan hanya itu saja tapi masih banyak kekayaan-kekayaan lain yang tersimpan di Kota Ponorogo.
Mulai dari hal yang kecil saja dulu, Ponorogo adalah sebuah kota yang penuh dengan kedamaian. Penduduk yang ramah tamah, hidup rukun, aman dan damai walaupun mereka datang dari status ekonomi yang berbeda-beda. Beraneka ragam mata pencaharian penduduk Kota Ponorogo. Kota Ponorogo terkenal dengan motto Resik, Endah, Omber, Girang Gemirang atau yang disingkat REOG. Namun seiring dengan beralihnya kursi kepemimpinan di Kota Reyog maka motto itu kini berubah menjadi Ponorogo Mukti Wibowo. Kotanya yang bersih dan indah, terbukti dengan diterimanya piala bergilir ADIPURA oleh Kota Ponorogo beberapa tahun yang lalu. Selain itu bangunan-bangunannya pun tertata rapi walaupun masih ada sebagian kecil yang berserak dan keluar dari jalur sebenarnya, namun hal itu tidak mengurangi keindahan Kota Ponorogo.
Ponorogo mempunyai agenda tersendiri untk memeriahkan tahun baru Muharram ini. Salah satunya Grebeg Suro, sebuah acara yang terdiri dari beragam agenda kegiatan dari berbagai jenis festival, lomba, pameran, kirab pusaka dan upacara-upacara khusus yang akan di gelar nantinya. Sebulan sebelum datangnya Grebeg Suro ini gemanya pasti sudah terdengar meriah sekali. Biasanya acara akan dimulai dengan lomba-lomba kecil semisal tilawatil Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan pameran-pameran bonsai, lukisan, kerajinan dan industri. Yang tak kalah meriah lagi acara festival reyog tingkat nasional, yang pasti dihadiri oleh wisatawan domestik ataupun wisatawan mancanegara. Dan yang tak mau ketinggalan Kirab Pusaka yang sudah menjadi acara wajib memeriahkan Grebeg Suro. Serta yang terakhir sebuah acara puncak yaitu ritual khusus Larung Risalah Do’a yang digelar di obyek wisata Telaga Ngebel pada tanggal 1 Suro / 1 Muharram. Begitu semarak sekali. Selain Grebeg Suro masih ada lagi kesenian tradisional yang lain yang mungkin sudah jarang digelar yaitu kesenian gajah-gajahan, odrot, dan kongkil.
Siapa yang belum pernah mencicipi nikmatnya nasi pecel atau

gethuk golan
gurihnya sate ayam??? Silahkan datang ke Kota Reyog Ponorogo pasti anda akan menemukan kelezatan itu disana. Pulang dengan membawa oleh-oleh Jenang Mirah Josari Jetis yang konon telah berhasil menembus pasaran internasional. Menikmati manisnya gethuk golan khas dari Desa Nggolan, Kecamatan Sukorejo. Seharian muter-muter Kota Ponorogo capek, haus??? Mampir saja di warung dawet jabung yang sekarang sudah banyak terdapat di sudut-sudut kota. Waaaaahhhh….. seger tenan!!!! Mau pulang tapi kok rasanya oleh-oleh buat keluarga di rumah masih kurang, jangan khawatir masih banyak lagi yang bisa dibawa pulang, tempe kripik khas Kecamatan Balong, ada juga kripik singkong, kripik pisang dan alen-alen yang khas Ngrayun itu. Lengkap bukan???
Tugas kantor yang menumpuk, tugas kuliah yang sudah ngantri panjang kayak kereta api, atow ulangan-ulangan yang bikin pusing tujuh keliling, pasti bikin strees tuh… refreshing yuuukkk…!!! Kota Ponorogo juga menawarkan beberapa obyek wisata alam yang menawan diantaranya Telaga Ngebel, Taman Wisata Ngembak, Wisata Kucur di Badegan, Sendang Tirto Waluyojati atau lebih dikenal dengan nama Sendang Sooko, Air Terjun Toya Marto Ngebel, Air Terjun Pletuk Sooko, Gua Lowo Sampung, dll. Namun ada satu hal yang disayangkan, dari beberapa wisata alam itu banyak tidak terurus dan fasilitasnya kurang sehingga wisatawan pun enggan untuk berkunjung.
Sebagian besar penduduk Kota Ponorogo menganut agama Islam, sehingga banyak tempat-tempat bersejarah islam yang bisa dijadikan alternatif tujuan wisata. Sebut saja Masjid Agung di barat Aloon Aloon Kota Ponorogo, Makam Bathoro Katong di Kota Lama, Masjid Tegal Sari Jetis, Makam Astana Srandil, Makam R.Jayengrono Pulung,

makam R.Jayengrono Pulung
Makam Merto Hadinegoro Tajug, Pondok Pesantren Darussalam Gontor, Pondok Pesantren Arissalah Slahung, Pondok Pesantren Almawaddah, Pondok Pesantren Ngabar Siman, dan Pondok Pesantren Kyai Hasim Ashari yang terletak di kecamatan kota. Dan masih banyak lagi yang lain yang mungkin penulis belum tahu.
Ini dia yang lagi gencar-gencarnya di kembangkan di Kota Ponorogo , obyek agro wisata. Dari namanya saja kita sudah tahu kalau yang satu ini pasti berhubungan dengan tanaman. Ya tepat sekali, agro wisata Kota Ponorogo yang terkenal adalah Ngebel dengan beraneka ragam buah-buahan segarnya ada durian, manggis, dan
durian Ngebel
mangga gadung yang super manis itu. Jeruk keprok Pulung yang rasanya memang sudah diakui jempolan dan bahkan sekarang merambah ke budidaya penanaman dragon fruit (buah naga) di daerah Pulung juga. Berbagai macam sayuran seperti kobis, wortel, seledri, bawang merah, kacang yang dihasilkan oleh Kecamatan Pudak yang hawanya memang dingin seperti daerah Sarangan Magetan.

jeruk pulung
Sedikit berbagi pengalaman, dulu saya dan teman-teman kos kecanduan sama yang namanya nongkrong di angkringan di tepi-tepi jalan yang kini sudah tersebar luas disepanjang jalan Kota Ponorogo. Tidak hanya nongkrong sambil melamun saja tapi sambil menikmati indahnya suasana malam hari di kota Reyog. Indah banget dan cukup berkesan juga. Kalau sudah bosan nanti naik motor keliling kota habis itu puncaknya nyampir di pojokan Aloon Aloon melihat Sasana Praja, Graha Krida Praja dan Singa yang tetap tegar berdiri kokoh itu. Cukup simpel dan tidak perlu banyak modal, modal dengkul saja sudah bisa.

- Graha Krida Praja
Itu dia uraian panjang lebar tentang kekayaan serta keindahan Kotaku Ponorogo tercinta. Sedikit tambahan lagi tentang peran serta Kota Ponorogo dalam meningkatkan income negara, kok jauh banget yaaaaa??? Entah banyak yang menyadarinya atau tidak bahwa sekarang ini banyak sekali warga Ponorogo yang bekerja sebagai TKI di negeri orang baik itu lelaki ataupun perempuan, menambah devisa negara bukan??? Berlawanan dengan fakta tersebut, masih banyak kader remaja Ponorogo yang berusaha keras memajukan kota reyog tercinta. Mereka adalah remaja-remaja yang pada dasarnya melek tekhnologi. Mereka memperkenalkan Ponorogo di dunia maya dengan membentuk suatu komunitas. Diantaranya ada KOTAREYOG.COM dan PONOROGOZONE.COM, walaupun secara resmi Ponorogo juga mempunyai website sendiri yaitu PONOROGO.GO.ID
Sebagai seorang yang lahir dan besar di Ponorogo saya merasa cukup bangga dengan prestasi yang telah diraihnya, dan rasanya Ponorogo sudah menjadi bagian dari hidup saya.
Ponorogoku go…go…go… cayoo!!!
Sumber :
- Data luas Kota Ponorogo dari wikipedia
- Photo seni reyog dari Blog Pring Ulung (dicopy paste dengan seijin pemilik)
- Gambar reog digunung dicopy dari abdul zaini blog
- Photo getuk golan dari giffy blog jogja
- Photo makam, durian, gedung graha, dan jeruk dicopy dari investasi ponorogo[dot]com





Posted by Antoni Pasaribu on December 13, 2008 at 1:05 pm
Mantap.
Apresiasi untuk daerahnya.
Cayo
salam
ANTONI PASARIBU
http://solfegio.wordpress.com
Posted by Jiban on December 13, 2008 at 1:11 pm
ada durennya….wow…
ponorogo… daerah asal reog… adikku seneng banget ama kesenian reog…
Posted by Hendrawan on December 13, 2008 at 1:59 pm
Saya lebih suka menggali mitos dibalik Reog Ponorogo…
Posted by denologis on December 13, 2008 at 2:27 pm
hem,,,,
kayaknya ada yang perlu diedit deh….
tegalsari itu ada di jetis lho….
Posted by septarius on December 13, 2008 at 2:35 pm
seluruh indonesia tahu , ponorogo adalah kota reog.
riview yg cukup lengkap, good job ^^
Posted by meylya on December 13, 2008 at 3:12 pm
wah sep mbak lengkap
Posted by kweklina on December 13, 2008 at 3:54 pm
Wah bagus…
Aku yakin,dengan promosi yang bagus ,daerah-daerah diIndonesia yang memiliki keunikan akan dikunjungi wisatawa.
Posted by Hejis on December 13, 2008 at 4:53 pm
Ponorogo kian cantik saat ini. Apalagi amat didukung warganya untuk menjadi kota wisata yang sayang jika dilewatkan begitu saja. Salam hangat, Cute! Sukses untukmu yang turut mempromosikan Ponorogo.
Posted by KAKA on December 13, 2008 at 6:02 pm
Jangan sekedar apresiasi. Lestarikan semua jenis kebudayaan itu agar tidak lagi diklaim bangsa lain. Reog hanya ada di Ponorogo. Dan, Ponorogo hanya ada di Indonesia. Bukan Ponorogo Malaysia. Kecuali di Ponorogo, itu palsu. Hidup Ponorogo, Hdup Indonesia…!!!
Posted by annosmile on December 13, 2008 at 6:20 pm
pengen makan duriannya
enak deh kayakna
Posted by Deny on December 13, 2008 at 6:57 pm
wahh, blum prnah ke sana aku.. *pingin*
sip mbak, ayo promosi daerah2 kita, ,
jgn sampe budaya asli diklaim mereka seenaknya..
hidup reog ponorogo, milik indonesia !!!
Posted by namakuananda on December 13, 2008 at 7:00 pm
Sate Ponorogo-e endi ning… mesti kliwat ki.
nang Bogor laris manis.
Posted by Hanif on December 13, 2008 at 7:07 pm
owh, ternyata REOG itu singkatan tho
ha.. ha..
Dulu pernah 3 bulan di sana, tapi kabur dari pesantren
Posted by phitoosh on December 13, 2008 at 8:10 pm
amankan budaya di negerikita…
Posted by underdos on December 13, 2008 at 8:36 pm
wah gw belum pernah uy ke ponorogo, kapan ya ngajak jalan dinda
)
Posted by cikeledut on December 13, 2008 at 8:41 pm
undang undang ponorogo dan ponoaksi..
*digampar rakyat pnorogo*
Posted by ario saja on December 13, 2008 at 9:06 pm
dulu waktu KKN sempat juga ke Ponorogo mampir ke rumah temen, tapi ke kota nya blom
Posted by michaelsiregar on December 13, 2008 at 9:08 pm
Tulisan yang bagus sekali … banyak yang saya pelajari dan ketahui tentang Ponorogo yang belum pernah saya kunjungi… Informasi ini mampu menarik saya untuk pengen berkunjung ke sana… ditunggu Info selanjutnya….
Posted by Lomba Nge-BLOG 2008 | Kotareyog.com on December 13, 2008 at 9:51 pm
[...] http://dindacute.wordpress.com/2008/12/12/ponorogoku-yang-kaya-dan-melimpah/ [...]
Posted by aR_eRos on December 13, 2008 at 10:05 pm
kok jadi lapar ya *liat gethuk golan*
kalo masuk nominasi musti datang ke gathering lo, kalo ndak datang, di disqualified hehe. meski ndak masuk nominasi , sayah emang rencana mau maen ke PO tanggal 27 entar, insyallah.
Posted by arifudin on December 13, 2008 at 11:36 pm
sukses ya….:)
Posted by Raffaell on December 13, 2008 at 11:39 pm
Dimalaysia ada juga Reog ginian, mereka mengklaim ini adalah salah satu kebudayaan mereka juga, ternyata orang yang maenin nya orang jawa, bukan orang melayu, tapi dah dapet permanen residen, huhuhuhuhu
Posted by ardhietechno on December 13, 2008 at 11:49 pm
emang hurang malay hurang nak rusuh pak cik
Posted by ardhietechno on December 13, 2008 at 11:50 pm
Manstab….go gog ogog gog ready go…Ponorogo go
emang hurang malay hurang nak rusuh pak cik
Posted by det on December 14, 2008 at 12:36 am
wes ganti yu saiki solgane, dudu REOG maneh, tapi PONOROGO MUKTI WIBOWO
Posted by aRai on December 14, 2008 at 12:39 am
keliatan kalo lagi kangen kampung halamannya yah … hehe
Posted by Lyla on December 14, 2008 at 1:29 am
wah.. aku pernah ke trenggalek lewat ponorogo sayangnya malam2 jadi gak tau kyk apa kotanya
Posted by doelsoehono on December 14, 2008 at 2:26 am
Salam….
walah kerent banget ….mengabadikan budaya jangan sampai musnah oleh kemajuaan jaman .
jaman ini jaman sudah edan budaya timur sering di tinggalkan
salam ….Bandung jabar
Posted by pututik on December 14, 2008 at 5:58 am
salut artikelnya cukup mewakili dgn ornamen maupun penjelasannya. saya sendiri tertarik dengan reognya yang ukurannya lebih besar dari yang pernah digelar di solo. dan tertarik juga pada duriannya
Posted by suwung on December 14, 2008 at 12:16 pm
tulisane ebad tenan
marai pengen mulih niliki anak bojo
semoga menang ya
Posted by suwung on December 14, 2008 at 12:17 pm
tulisanku mlah dianggap hoax nasip nasip
Posted by Red Dog on December 14, 2008 at 12:51 pm
tulisannya bagus ^^ tapi sekarang reog ponorogo diklain sebagai milik malaysia…..
Peace and Love
Red Dog
Posted by kumiz on December 14, 2008 at 8:53 pm
mantap banget tuh pecel ponorogo…
jadi laper *berharap ada yang traktir*
Posted by casual cutie on December 14, 2008 at 9:10 pm
wah…jd pengen jalan2 ke ponorogo nih…
Posted by boyin on December 14, 2008 at 9:21 pm
tulisannya enak di baca..moga2 menang deh..
Posted by abuthoriq on December 15, 2008 at 9:26 am
Waruknya apa masih berprilaku homoseks? Khok dibanggakan yaaa, lhaaa suka homo githu. Malu dong?
Posted by Sassie Kirana on December 15, 2008 at 10:20 am
sie sukaa banget nonton aksi para pemain reog gmanaa gitu kental dengan seni dan ada aura mistisnya . Mudah mudaha pemerintah bisa terus memajukan kesenian ponorogo,mmmh kalau ke ponorogo dinda jadi guide sie yaaaaaaa
Posted by hmcahyo on December 15, 2008 at 11:29 am
mudah2an gak dicolong sama tetangga kita
reognya dah kembali khan?
Posted by yudha on December 17, 2008 at 1:31 pm
Wew..ponorogo,, nasi pecel, ama satenya…
juara dh^^ .. sayang, klo musim ujan ponorogo banjir yah??
sayang bgt tuh…
dinda says: mungkin kesadaran masyarakat akan kebersihan kurang kaleeeeeeee
Posted by arafi on December 17, 2008 at 6:39 pm
iihh,blognya keren,,asik2
dinda says: *tersipu malu* lha blog ecek ecek gini kog dibilang keren
Posted by mrpall on December 18, 2008 at 12:44 am
ponorogo ternyata kaya yah….da duren….dan reog yg amat menonjol hehehe….salam knal non
dinda says: ponorogo emang kaya banget om
Posted by arsyad on December 22, 2008 at 5:04 pm
sukses buat ponorogo,semoga tambah maju…!key>>.!and jangan lupa kegiatan grebeg suronya setiap tahun, biar tambah rame aja…
yahhhh emang rame bgtdzzzz kog
Posted by hendry ARENDA on February 11, 2009 at 2:35 pm
si ganteng dari babatan ponorogo ki, eh saiki dadi artis ibukota weleh weleh weleh.
dinda says: sapa nieeeeee yeeeeeeeee kog gag ada URL na?
Posted by didi on April 7, 2009 at 11:52 pm
maha
dinda ong says:kog gag diterusin
Posted by tsan on June 1, 2009 at 9:25 am
nikmatnya sate ayam setono…..emmmm ‘mak greeeeng rasane ra mekakat.
Posted by adam rbm fm ponorogo on June 19, 2009 at 4:29 pm
ponorogo mantap